Hujan Kepada Matahari

Terima kasihku untukmu yang sampai hingga kini masih menungguku. Terima kasihku untukmu yang sampai hingga kini masih merindukanku. Merindukan kesejukan yang akan aku berikan seutuhnya. Menantikan kehangatan yang akan terjadi, yang akan muncul ketika kita bersatu. Ketika matahari dan hujan beradu. Aku tak menyangka dengan sabarnya kamu menungguku. Akan tetapi aku tidak pernah memikirkan kamu. Merindumu saja bahkan tidak. Meski kita berada di paralel yang sama, aku yakin, posisi kita sudah berbeda. Tempat kita sudah berbeda. Mungkin kamu yang nantinya akan menggandeng pelangi. Tapi bisa jadi aku yang akan menggandeng pelangi. Atau bahkan kita tidak menggandeng siapapun. Mungkin juga kamu akan menggandeng bulan dan aku akan menggandeng awan. Siapa tahu. Tapi tetap saja, terima kasihku untukmu yang sempat merindukanku, kita yang sempat bercengkerama, kita yang sempat berada di kelas yang sama, juga kamu yang sempat menantikanku, dan bahkan hingga kini. Terima kasih.

26/05/2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s