Elegi Imaji

Oleh : Ibnu Fajar

Pagi

Waktu itu dan sekarang mungkin berbeda

Entah lebih terang, entah lebih gelap

Yang ku tahu waktu itu adalah kelabu

 

Aku mengawasimu dari balik jendela

Dan kamu melihatku dari luarnya

Aku tak ingin kau pergi, sambil mendengarkan papan tulis berbisik aku pun mencuri mata ke arahmu

Kau masih ada di sana

Dalam tengokkan ketiga, kau pun tiada

Aku langsung lari keluar mengejarmu

Tak kuhiraukan berisiknya papan tulis atau pensil-pensil yang menggores kertas

Di sana kau menghilang

Sendiri aku dan suara-suara yang mencibirku

 

Pagi

Teh di gelas tak sehangat waktu itu

Apa karena dipeluk lantai aku tertidur?

Mungkin

Atau karena malam yang merindukan bulan?

Entahlah

Dan hari ini adalah hari keputusan

 

Aku pergi bersamanya menghadiri hari itu

Benakku hanya tahu, senyum lain terisi lima jari

Dia duduk dihadapan seorang ibu untuk mendengarkan keputusan

Aku hanya diam, berdiri melihat yang lain pergi, ke sana sini

Aku melihat matanya, merah dibalik kacamata jernihnya

Aku tak mengerti apapun

 

Bila ku ingat lagi, aku mengerti satu hal

Bahwa aku adalah hujannya

Bahwa aku mataharinya

Bahwa aku kabar gembiranya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s