Pelajaran 1

Suatu hari aku dan seorang teman berjanji untuk mengerjakan tugas bersama di kampus. Pada waktu itu, tepatnya di lantai dua hanya ada seorang kakak angkatanku sedang mengerjakan sesuatu juga. Kemudian terdengar suara tertawa beberapa orang yang berada di lantai pertama, kemudian temanku datang. Tiba-tiba terdengar kembali suara tawa dari orang-orang di lantai pertama tadi dan temanku mulai bercerita. Ia bercerita tentang pengalamannya bertemu dengan seorang pemuda yang mendapatkan beasiswa pendidikan ke Turki. Pemuda itu menceritakan pengalamannya kepada temanku tentang bagaimana mental orang-orang di sana.

Temanku berkata kapadaku, “Kata Mas itu, orang-orang Turki di sana membangun negaranya dengan cara yang begitu hebat. Jadi negara Turki membangun dengan bantuan pengusaha-pengusaha muslim yang berwarga negara Turki yang tinggal di negara lain. Sehingga mereka tidak meminta bantuan kepada negara lain. Contoh mesjid terbesar di Rusia, itu dibangun dengan modal dari pengusaha-pengusaha Turki. Jadi mental orang-orang di negara kita yang harus dibangun untuk tidak mengemis, berpikir tentang solusi praktis, dan hanya mengeluh saja.”

Kemudian terdengar tawa yang tidak jelas lagi.

“Dengar, kalau kita terlalu banyak tertawa tidak jelas.” Katanya mengakhiri percakapan.

Lagi-lagi tentang mental yang aku dapatkan. Semoga generasiku dan generasi selanjutnya dapat menjadi solusi untuk bangsa dan negara. Setidaknya untuk orang-orang terdekat dahulu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s